Pertanyaan tentang hukum |
| +/- | Di bisnis franchising yang sama, apakah mungkin kontraknya berbeda, khususnya biaya royalti? |
| Biasanya, dalam jaringan franchising, sangat diharapkan jika semua kontraknya
identik. Dengan demikian akan mempermudah franchisor dalam mengelola bisnisnya. Juga
buat franchisee sehingga merasa diperlakukan sama dan adil. Tetapi
tidak selalu demikian, karena jaringan franchise didirikan dengan pelan
pelan dan kadang kegiatan yang dilakukan di awal bisnis pada tahun
berikutnya tidak dilanjutkan. Oleh karena itu, di beberapa jaringan, kita juga
bisa menemukan kontrak yang berbeda dan dalam kasus ini, tidak akan menimbulkan
masalah dari sisi hukum. Pertanyaan yang menyangkut perincian biaya royalti, menurut saya, kasus ini
sering terjadi, di mana franchisee dibebani biaya entrey fee yang berbeda,
tergantung dari situasi masing2x franchisee. Biaya awal/Entry fee,
bila jaringan telah mencapai 100 outlet tidaklah sama dengan jaringan yang telah
mencapai 200-300 outlet. Karena dengan banyaknya jumlah outlet maka
jaringan bisnis akan semakin kuat dan dengan terjun ke jaringan bisnis ini
tentunya kita akan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh jaringan. Oleh
karen itu biaya awal/entre fee akan jauh lebih tinggi. Untuk biaya royalti, anda haruslah berhati hati menentukan biaya royalti dan
prinsip perhitungan. Semuanya tergantung pada bagaimana anda menghitungnya. -Biaya royalti bisa berbeda, misalnya, bila anda menghitungnya berdasarkan
luas outlet. -Biaya royalti juga bisa berbeda kalau dihitung berdasarkan
omset anda -Biaya royalti bisa juga berkurang. Misalnya lokalisasi di atas
luas tertentu, maka tarifnyapun akan berbeda(lebih kecil), omset di atas
jumlah tertentu, maka tarif biaya royalti akan turun. Yang lebih
mengejutkan, kadang untuk servis dan komersial yang sama, kadang tarif royalti
bisa berbeda. Di sini, anda berhak minta penjelasan.
Mr Régis Fabre, advocate 
|
| +/- | Saya ingin membeli franchise. Apakah mungkin franchisor mengharuskan saya membeli produk 100% dari supplier mereka? |
| Pertanyaan ini membuat masalah persediaan eksklusif dalam jaringan Kewajiban persediaan eksklusif hingga 100% adalah mungkin jika semua
syarat telah terpenuhi: franchisor harus menerangkan manfaat apa yang dia ingin
dapatkan dari jaringan dan dari franchisee dengan mensupply produk secara
ekslusif oleh franchisor atau supplier yang ditentukan. Oleh karena itu,
prioritas pengiriman, tersedianya jaminan yang lebih pasti, harga yang lebih
murah atau dalam bisnis restoran, ketersediaan daging sapi bovine, motif tentang
pasal supply eksklusif yang harus terpenuhi sangatlah banyak
.
Hubert Bensoussan, advocate 
|
| +/- | Kapan franchisor memberikan “kitab primbon”nya kepada franchisee? Sebelum atau sesudah penandatanganan kontrak? |
|
Pada saat penandatanganan kontrak secara umum dan
khusus karena dokumen ini sangatkah penting dan rahasia. Tapi kadang
bisa juga kalau sebagian primbon diberikan sebelumnya.... dan kadang bisa juga
dilakukan selama pelatihan. Jean Samper, Consultant 
|
| +/- | Jika saya membeli real estate yang ter-franchise, apakah saya juga mendapatkan kontrak franchise? |
| Anda tidak selalu mendapatkannya secara otomatis dan ini adalah pertanyaan
yang penting. Mengapa? Jika franchisor tidak menjelaskan hal ini di pasal
kontrak dan jika kontrak ditandatangani oleh perusahaan, pembeli akan
mendapatkan kontrak franchise secara otomatis. Tetapi walau bagaimanapun, franchisor yang serius tidak hanya ingin kalau
pembeli (pesaing, kandidat yang lemah,...) hanya membeli satu outlet. Oleh
karena itu biasanya di dalam kontrak tertulis, dia akan menerangkan pasal
tentang penjualan ulang/buy back. 1.Pasal yang memerikan hak eksklusif untuk membeli ulang (tentunya dengan
harga yang sama) 2.Pasal lainnya, dengan istilah 'intuitu personae' yang
menerangkan bahwa kontrak ditandatangi berdasarkan fungsi dari franchisee oleh
karena itu tidak bisa digantikan/ditransfer. Oleh karena itu franchisee yang
diangkat harus meminta persetujuan franchisor( acheteur (pembeli) dalam bahasa
prancis klasik) Persyaratan ini sangatlah penting untuk melindungi produk dari penurunan
secara bertahap nilai franchisee saat pentransferan terjadi. Ini akan melindungi
franchisor dan franchisee yang lainnya.
Jean Samper, Consultant 
|
| +/- | Apakah karakteristik kontrak franchising menjadikan franchisee pelaku bisnis yang independen?Apakah karakteristik kontrak franchising menjadikan franchisee pelaku bisnis yang independen? |
| Ya, tentu saja. Kontrak franchising hanya dapat
ditandatangani oleh 2 perusahaan independen. Franchisee adalah pengusaha
independen atau perusahaan independen. Artinya dialah yang membiayai aktivitas
bisnis perusahaan, dialah yang menikmati keuntungan dan menanggung semua resiko
dan beban...
Jean Samper, Consultant 
|
| +/- | Apakah franchisor berhak membebankan biaya bulanan sedangkan dia sudah menerima % dari omset? |
| Franchisor bisa saja membebani franchisee biaya royalti untuk menutupi biaya
yang disebabkan oleh asistensi, servis, dsb. Kasus ini tidak sering terjadi
tetapi haruslah dimengerti kalau di aktivitas bisnis tertentu, di bidang sektor
yang terpercaya anda bisa menemukan franchisee yang tidak bekerja dengan baik
dan yang punya masalah, misalnya, kekuarangan tenaga, atau bekerja dengan “tidak
legal”... Juga ada kasus di mana franchisors meminta biaya tetap + persentase, yang
berguna untuk menjamin biaya royalti minimum dan meringakan beban royalti dari
omset.
Jean Samper, Consultant 
|
| +/- | Apakah eksklusivitas teritorial/wilayah adalah salah satu elemen yang penting? |
| Tergantung dari jaringannya. Tetapi secara umum, Ya, eksklusivitas wilayah
mengambil peran penting dalam bisnis franchising. Mengapa? Tanpa adanya
eksklusivitas teritorial, franchisee lainnya bisa menginstalasi outletnya di
jalan yang sama dengan outlet anda, di pusat pertokoan/mall yang sama, atau di
kota yang sama. Oleh karena itu sangat disarankan supaya anda melindungi keunggulan
franchisee anda dengan meminta supaya franchisee lainnya tidak mendirikan
outletnya di daerah yang terlalu dekat. Kendala yang muncul adalah mengetahui jarak yang masuk akal. Hal yang
perlu dihindari juga adalah franchisor tidak menambah jumalh market share
jaringannya atau berdiri di pusat pertokoan walaupun memungkinkan. Oleh karena itu, beberapa jaringan memberikan prioritas kepada franchisee
yang telah berdiri untuk membangun outlet yang ke-2 tetapi tanpa
eksklusivitas.
Jean Samper, Consultant 
|