Sering kali kita mendengar jaringan waralaba lokal,tetapi perspektif lainnya juga eksis dan jaringan asal luar negeri dapat memberikan perspektif yang baru juga kepada calon kandidat waralabanya .
Terdapat 2 kemungkinan untuk menjadi franchisee sebuah jaringan yang berasal dari luar negeri.
Jika jaringan waralaba X sudah hadir di Indonesia dan konsepnya telah teruji dan teradaptasi : dalam kebanyakan kasus, pada awalnya jaringan berkembang dalam bentuk master franchisee (khususnya di awal berdirinya sebuah jaringan di negara yang baru) atau dengan kontrak anak perusahaan. Franchisor asing juga harus menghormati dan melaksanakan perundang-undangan lokal yang berlaku dan langkah langkah yang diambil sangatlah serupa dengan perusahaan oleh calon franchisee yang ingin berkomitmen dengan jaringan lokal.
Jika jaringan waralaba masih belum eksis di Indonesia dan franchisee adalah representatif pertama di Indonesia : dalam kasus ini, adalah wajib hukumnya untuk menyadari sepenuhnya bahwa "know how" franchisor dan kekuatan dalam mengevaluasi kemampuan beradaptasi kepada kebiasaan konsumsi konsumen Indonesia. Saran : janganlah takut untuk mencari informasi kepada asosiasi waralaba negara yang dituju untuk lebih mengenal merek produk tersebut serta potensi yang dimilikinya.
Audrey Caudron untuk www.ac-franchise.com
Franchise berdasarkan bidang | |
| » Business Services | |
| » Cars & Automotives | |
| » Clothes & Fashion | |
| » Food | |
| » Furniture & Decoration | |
| » Health, Sport & Beauty | |
| » Leisure, Culture & Travel | |
| » Miscellaneous | |
| » Telecommunication & Computer | |
| » Personal Services | |
| » Restaurants & Hotels | |
| » Services for Home and Building | |